Thursday, November 9, 2023

KARYA SISWA

Sahabat

Karya Meika Nur Sapriyana

Kelas 7F


Kau selalu bersamaku

Kau penjagaku

Kau yang selalu menerimaku

Kau  pembelaku


Candamu jadi canduku

hiasi kebersamaan kita 

Sedih terurai jadi tawa 


Kau yang selalu menemaniku 

Ku ingin di samping mu selalu

Ku ingin bersamamu selalu

Kaulah sahabat sejatiku


Wahai sahabat... 

Senyummu hiasi hariku

Aku kan ada untukmu

Kau dalam benakku

SEJARAH SMP Negeri 2 RANGKASBITUNG

       Pada sekitar tahun 1950, Kecamatan Rangkasbitung menghadapi tantangan dalam hal pendidikan. Tidak ada gedung sekolah setingkat SLTP (Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama) di wilayah ini, meskipun banyak lulusan Sekolah Dasar (SD) yang ingin melanjutkan pendidikan mereka ke tingkat SLTP. Namun, pada tahun 1955, upaya untuk membangun gedung SLTP di Kecamatan Rangkasbitung dimulai.
       Bangunan tersebut dibangun di atas lahan seluas 8.769 meter persegi, dengan rincian luasan lahan sekolah bagian atas 5.051 meter persegi, lahan bagian tengah 3.000 meter persegi, dan lahan bagian bawah 718 meter persegi.
      Pada tanggal 1 Agustus 1960, berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 187/SK/BIII/1960, nama SGB 2 Rangkasbitung diubah resmi menjadi SLTP 2 Rangkasbitung, yang merupakan bentuk awal dari sekolah menengah pertama (SMP) yang kita kenal saat ini. Selain menjadi SLTP 2 Rangkasbitung, sekolah ini juga pernah mengelola beberapa SLTP di berbagai Kecamatan lain, seperti SLTP 1 Warunggunung, SLTP 1 Malingping, SLTP 1 Cipanas, SLTP 1 Bojongmanik, SLTP 1 Cibadak, SLTP 6 Rangkasbitung, dan SLTP 9 Rangkasbitung. Hal ini menunjukkan peran penting sekolah ini dalam menyediakan pendidikan tingkat menengah di wilayah Kabupaten Lebak serta memberikan akses pendidikan yang lebih baik bagi masyarakat sekitarnya.


"Ternyata Magot Bikin Heboh! Kisah Sukses Kelas 8 SMP Negeri 2 Rangkasbitung dalam Program P5"

       Terdengar seperti cerita ajaib yang datang dari belakang kelas 8 di SMP Negeri 2 Rangkasbitung! Para siswa telah berhasil menjalankan kegiatan budidaya magot yang menakjubkan sebagai bagian dari Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan topik "Sampahku Inspirasiku," yang menekankan pada tema gaya hidup berkelanjutan.

       Tujuan utama dari kegiatan budidaya magot ini adalah memberikan pengalaman praktik kepada kami dalam hal budidaya magot. Tidak hanya itu, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kami keterampilan yang sangat berharga untuk masa depan, terutama dalam dunia wirausaha. Melalui keterlibatan aktif dalam proses ini, Kami para siswa diharapkan dapat menjadi pahlawan lingkungan dengan mengurangi sampah organik dan memahami dengan lebih baik siklus kehidupan magot.

       Proses budidaya magot dimulai dengan mendistribusikan telur magot ke masing-masing kelas. kami di bagi menjadi dua kelompok besar di setiap kelasnya. Kami menempatkan telur magot pada tempat yang sudah di siapkan sebelumnya dan menunggu telur-telur itu menetas.

       Setelah proses penetasan, kami dengan penuh dedikasi merawat larva magot ini dengan memberikan makanan berupa sampah organik rumah tangga, seperti sisa makanan, buah-buahan dan sayur-sayuran busuk, itu dapat membantu mempercepat pertumbuhannya. Saat larva ini mencapai tahap dewasa, mereka tumbuh besar dan panjang. Tetapi, di luar dugaan, setelah beberapa waktu tanpa pemberian makanan, mereka berubah menjadi lalat Black Soldier Fly (BSF), menggambarkan betapa menakjubkannya siklus kehidupan magot.




KARYA SISWA

Sahabat Karya Meika Nur Sapriyana Kelas 7F Kau selalu bersamaku Kau penjagaku Kau yang selalu menerimaku Kau  pembelaku Candamu jadi canduku...